5 Makanan Ini Membuatmu Tidak Mengantuk Setelah Makan

Makanan Yang Tidak Membuat Mengantuk Setelah MakanMengantuk setelah makan sudah seperti menjadi masalah sehari-hari yang kita hadapi. Ada banyak teori mengenai mengapa kita bisa mengantuk setelah menyantap makanan. Salah satu penyebab mengantuk yang jarang kita sadari adalah pengaruh jenis makanan yang kita makan! Ya beberapa jenis makanan yang menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat ternyata menyebabkan kita cepat mengantuk setelah makan.

Sumber karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi akan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah yang cepat dan tubuh pun merespon dengan meningkatkan produksi beberapa zat pengatur. Hal itulah yang justru menyebabkan kita menjadi mengantuk setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Oleh karena itu, kita sebaiknya menghindari makanan dengan indeks glikemik tinggi agar tidak mengantuk. Pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah atau sedang.

Berikut ini 5 Makanan yang bisa menjadi pilihan sumber karbohidrat yang nggak bikin ngantuk

1. Kurma
Buah yang konon katanya berasal dari Iraq ini memiliki indeks glikemik 42.1 Setiap 1 buah kurma (7 gram), hanya mengandung total 20 kalori. Selain itu, buah ini juga mengandung protein dan serat yang cukup tinggi. Setiap 100 gram kurma, terdapat 2,4 gram protein dan 8 gram serat larut air. Bandingkan dengan nasi putih yang mengandung 130 kalori dan hanya mengandung 0,4 gram serat larut air setiap 100 gram nasi putih.

2. Pisang
Buah yang sangat mudah kita jumpai di tanah air ini memiliki indeks glikemik 62. Setiap 100 gram pisang juga hanya mengandung total kalori sekitar 80 kalori dan mengandung cukup tinggi serat larut air yaitu 2,6 gram

3. Nasi Merah
Jika kamu adalah penggemar nasi, gantilah nasi putih dengan nasi merah. Nasi merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dari nasi putih, yaitu sekitar 50. Setiap 100 gram nasi merah juga mengandung kalori yang relatif lebih sedikit dibanding nasi putih. 100 gram nasi merah hanya mengandung sekitar 111 kalori, sedangkan nasi putih mengandung sekitar 130 kalori.

4. Oat
Tanaman sereal yang tumbuh di daerah subtropis ini tergolong kedalam makanan dengan indeks glikemik rendah (55). Sereal ini juga memiliki kandungan gizi yang baik dengan mengandung banyak serat larut air dan protein. Setiap 1 porsi oat (40 gram), rata-rata mengandung 150 kalori, 5 gram protein dan 4 gram serat larut air.

5. Psyllium husk
Psyllium husk merupakan sumber serat larut air yang berasal dari benih tanaman liar yang sering tumbuh di perkebunan teh, yaitu daun sendok. Suplemen makanan ini bermanfaat untuk menurunkan indeks glikemik dari sumber karbohidrat yang kita makan. Untuk menurunkan indeks glikemik, kita bisa menambahkan 5 gram bubuk psyllium ke dalam satu porsi makanan. Beberapa penelitian juga menyebutkan penambahan psyllium ke dalam makanan bermanfaat dalam mencegah penyakit yang berkaitan dengan sindrom metabolik dengan mengendalikan kolesterol, gula darah, trigliserida, dan tekanan darah.2

Makanan Indeks Glikemik Rendah Tidak Membuat Mengantuk Setelah MakanNah, apakah kamu masih sering mengantuk setelah makan? Kamu bisa mencoba mengatasinya dengan mengganti sumber karbohidratmu dengan makanan-makanan di atas. Selain tidak menyebabkan mengantuk, makanan dengan indeks glikemik rendah juga menyebabkan kadar gula darah yang relatif stabil. Berbeda dengan makanan dengan indeks glikemik tinggi yang cepat menaikkan gula darah namun juga akan kembali menurun dengan cepat. Nah lho, jika kamu banyak makan makanan dengan indeks glikemik tinggi, gula darah naik dengan cepat, kamu akan mengantuk lalu kamu pun tertidur. Saat bangun, gula darah sudah mulai menurun sehingga kamu sudah tidak bertenaga lagi, lemes, ngantuk, dan lapar lagi lalu makan lagi. Aku gemuk lagi deh!

Masih mau banyak makan dengan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi? Mulai gantilah sumber karbohidratmu dengan makanan yang memiliki indeks glikemik rendah DARI SEKARANG! Selain agar tidak cepat mengantuk setelah makan, tentu agar lebih sehat.

Referensi:
1. Fiona S. Atkinson, Kaye Foster-Powell and Jennie C. Brand-Miller. International Tables of Glycemic Index and Glycemic Load Values: 2008. Diabetes Care, vol. 31, no. 12, pages 2281-2283
2. Giacosa A, Rondanelli M. The right fiber for the right disease: an update on the psyllium seed husk and the metabolic syndrome. J Clin Gastroenterol. 2010;44 Suppl 1:S58-60.

Skip to toolbar