8 Manfaat Ilmiah Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh

manfaat puasa ramadhan bagi kesehatan tubuhBulan ramadhan merupakan kesempatan emas bagi umat muslim untuk mendapatkan pahala dan meningkatkan ketaqwaan melalui ibadah puasa dan ibadah lain seperti tarawih dan tadarus. Dengan niat yang ikhlas, kita dapat menjalani ibadah-ibadah di bulan ramadhan dengan optimal sekaligus mendapat banyak manfaat bagi diri kita, termasuk manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh kita.

Untuk menambah motivasi kita dalam menjalankan berbagai ibadah di ramadhan, kita juga perlu tahu berbagai manfaat puasa dan ibadah lainnya di bulan ramadhan dari segi ilmiah.

1. Manfaat Puasa Untuk Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Kadar lemak dan kolesterol tubuh merupakan salah satu hal penting dalam kesehatan tubuh kita terutama untuk jantung dan peredaran darah. Berpuasa dan pola makan yang lebih sehat di bulan ramadhan membawa banyak manfaat dalam menjaga kadar lemak dan kolesterol. Studi yang dilakukan pada populasi muslim di Maroko memperlihatkan bahwa sebagian besar muslim menjalani pola makan yang lebih sehat pada bulan ramadhan dibandingkan bulan lainnya. Pada bulan suci ini terjadi perubahan pola makan yang berupa peningkatan asupan serat dan protein serta penurunan sumber lemak. Konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh meningkat, sebaliknya konsumsi lemak jenuh menurun secara signifikan. Pola makan yang lebih sehat dan fase lapar yang ditimbulkan oleh puasa ini menyebabkan penurunan kadar trigliserida, penurunan kadar LDL, dan peningkatan kadar HDL.

Adlouni A, Ghalim N, Benslimane A, Lecert JM, Saile R. Fasting during Ramadan induces a marked increase in high-density lipoprotein cholesterol and decrease in low-density lipoprotein cholesterol. Ann Nutr Metab 1997;41(4):242-9

2. Puasa membuat awet muda

Keseimbangan antioksidan dan prooksidan sangat penting untuk menjaga kesehatan dan agar tetap awet muda. Setiap hari, kita banyak terpapar oleh prooksidan seperti polusi dan stress. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di United Arab Emirates menunjukkan bahwa puasa ramadhan bermanfaat dalam menjaga keseimbangan antioksidan dan prooksidan. Hal itu dibuktikan dengan adanya penurunan kadar melondialdehit, salah satu zat yang menjadi penanda kerusakan sel. (Ibrahim WH, Habib HM, Jarrar AH, Al Baz SA: Effect of Ramadan fasting on markers of oxidative stress and serum biochemical markers of cellular damage in healthy subjects. Ann Nutr Metab 2008, 53:175-181)

3. Puasa Ramadhan Mengurangi Kegemukan

Puasa ramadhan terbukti kuat secara ilmiah membantu menurunkan berat badan. Meta analisis dari 33 penelitian membuktikan bahwa puasa selama bulan ramadhan dapat menurunkan berat badan secara signifikan. Rata-rata penurunan berat badan yang didapatkan pada akhir bulan ramadhan mencapai 1,51 kg pada laki-laki dan 0,92 kg pada perempuan, ungkap studi yang diterbitkan di Public Health Nutrition. Namun, kenaikan berat badan bisa terjadi pada dua minggu setelah ramadhan berakhir jika pola hidup sehat yang konsisten tidak dilanjutkan setelah bulan ramadhan. Oleh karena itu, bulan ramadhan merupakan saat yang tepat untuk memulai gaya hidup sehat dan melanjutkannya secara konsisten.
Sadeghirad B, Motaghipisheh S, Kolahdooz F, Zahedi MJ, Haghdoost AA.. Islamic fasting and weight loss: a systematic review and meta-analysis. Public Health Nutr 2014; 17: 396-406.

4. Puasa Ramadhan Bermanfaat untuk Mencegah dan Mengontrol Diabetes

Penelitian yang dilakukan pada penderita diabetes menunjukkan bahwa puasa ramadhan membantu mengontrol kadar gula darah. Pada akhir bulan Ramadhan, puasa menurunkan kadar HBA1C sekitar 0,85%.
F. A. Khatib and Y. A. Shafagoj, “Metabolic alterations as a result of Ramadan fasting in non-insulin-dependent diabetes mellitus patients in relation to food intake,” Saudi Medical Journal, vol. 25, no. 12, pp. 1858–1863, 2004

5. Tadarus Al Quran Membantu Relaksasi Pikiran dan Mencegah Penyakit Metabolik

Penyakit metabolik merupakan salah satu risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung yang kini menjadi pembunuh nomor 1 di dunia. Tadarus al quran dan shalat terbukti menurunkan aktivitas saraf simpatis dan menaikkan aktivitas sarah parasimpatis sehingga membuat kita lebih rileks serta menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sofro ZM. PENGEMBANGAN PENGGUNAAN UJI SCHELLONG, PEMETAAN DAN PENGELOLAAN TONUS SIMPATIS Hubungan antara Hasil Uji Schellong dengan Faktor Kepribadian,Pajanan Surat Al-Hujurat dan Status Saraf Otonom. UGM 2013.

Doufesh H, Ibrahim F, Ismail NA, Wan Ahmad WA. Effect of Muslim Prayer (Salat) on α Electroencephalography and Its Relationship with Autonomic Nervous System Activity. Journal of Alternative and Complementary Medicine. 2014;20(7):558-562.

6. Bulan Ramadhan Awal Yang Baik Untuk Menghindari Perilaku Sedenter

Perilaku sedenter atau perilaku terlalu banyak duduk kini telah menjadi empat besar faktor risiko yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar di seluruh dunia. Banyak penelitian telah membuktikan efek buruk banyak duduk terhadap kesehatan. Dengan menjalankan shalat wajib tepat waktu di masjid serta beberapa shalat sunnah seperti shalat dhuha, kita memiliki kesempatan untuk mengurangi duduk dan lebih aktif berjalan. Shalat tarawih juga memiliki manfaat yang sama dengan olahraga aerobik selama 30 menit.

Syed IB. The Medical Benefits of Taraweeh Prayers. Islamic Research Foundation International. Web. 30 July 2015.

7. Shalat Menjaga Kebugaran Tubuh

Anda sering memiliki masalah sendi atau kebugaran tubuh yang lain? Aktifitas fisik yang dilakukan dalam gerakan shalat mengatasi masalah Anda tersebut, ungkap studi yang dipubilkasikan di Journal of Physical Therapy Science. Shalat yang dilakukan dengan benar meningkatkan performa fisik, termasuk keseimbangan tubuh dan fleksibiltas sendi, demikian dikatakan oleh Sami Saleh AlAbdulwahab, PhD, salah satu peneliti dalam jurnal tersebut.

AlAbdulwahab SS, Kachanathu SJ, Oluseye K. Physical Activity Associated with Prayer Regimes Improves Standing Dynamic Balance of Healthy People.Journal of Physical Therapy Science. 2013;25(12):1565-1568. doi:10.1589/jpts.25.1565.

8. Shalat Membuat Kehidupan Rumah Tangga Lebih Romantis

Masalah seks merupakan salah satu masalah yang mengganggu romantisme dalam rumah tangga. Delapan dari 50 pria dewasa di atas 40 tahun mengalami masalah disfungsi ereksi. Rangkaian gerakan yang mengadopsi dari gerakan shalat terbukti memperbaiki disfungsi ereksi pada pria, ungkap Fatimah Ibrahim, PhD, kepala peneliti dari penelitian yang dipublikasikan di Journal of Physical Therapu Science. Gerakan-gerakan shalat yang tergolong aktivitas fisik dengan intensitas sedang ini mencakup gerakan yang mengaktivasi otot bawah panggul. Oleh karena itu, gerakan pada shalat memiliki manfaat yang hampir sama dengan senam Kegel sehingga aliran darah ke panggul lebih lancar.

Ibrahim F, Sian TC, Shanggar K, Razack AH. Muslim Prayer Movements as an Alternative Therapy in the Treatment of Erectile Dysfunction: A Preliminary Study. Journal of Physical Therapy Science. 2013;25(9):1087-1091. doi:10.1589/jpts.25.1087.

Manfaat puasa dan ibadah-ibadah yang dijalankan di bulan ramadhan sangat banyak. Agar Anda tetap berenergi dalam menjalankan berbagai ibadah dan kegiatan, pilihlah nutrisi yang tepat di bulan ramadhan. Ibadah, kebiasaan baik, serta gaya hidup sehat yang sudah Anda lakukan selama bulan ramadhan juga harus dilanjutkan setelah bulan suci ini selesai agar manfaatnya pun tetap berlanjut. Selalu niatkan ibadah dan puasa dengan ikhlas.

Skip to toolbar