Diabetes bisa sembuh? Ini Cara Menyembuhkannya!

diabetes sembuh cara menyembuhkan diabetes mellitus tipe 2Seperti hanya sebuah mimpi di siang hari untuk mengatakan bahwa diabetes mellitus tipe 2 dapat sembuh dengan mengubah gaya hidup yang meliputi aktivitas fisik yang teratur dan diet yang sehat. Selama ini, diabetes mellitus tipe 2 dianggap tidak bisa disembuhkan dan membutuhkan pengobatan terus-menerus untuk mengontrol kadar gula darah serta mencegah komplikasi. Namun, beberapa penelitian terbaru telah memberi harapan bahwa diabetes bisa sembuh.(1) Makna “sembuh” dari diabetes ini dalam artian orang dapat mencapai target kontrol gula darah dan tidak memerlukan obat lagi namun tetap harus mengontrol kadar gula darahnya dan menjaga gaya hidup sehat. Tingkat keberhasilan kesembuhan diabetes ini tergantung dari berapa lama sudah menderita diabetes, seberapa parah diabetes yang sudah diderita, dan tergantung dari genetika. Beberapa orang dapat sembuh hingga tidak lagi memerlukan obat. Namun, kalaupun tidak berhasil sembuh, gaya hidup yang sehat dapat membantu penderita diabetes mencapai kadar gula darah yang terkontrol bahkan dengan obat yang lebih sedikit.

Bukti Awal Cara Menyembuhkan Diabetes

Harapan untuk menyembuhkan diabetes pertama kali muncul melalui cara operasi bariatrik. Pada awal tahun 90-an, Pories dkk menunjukkan bahwa kadar gula darah pada penderita diabetes yang obesitas dapat kembali normal setelah dilakukan operasi bariatrik dan 90%nya tetap bebas dari diabetes setelah 10 tahun kemudian.(2) Operasi bariatrik merupakan sebuah prosedur operasi untuk menangani obesitas dengan cara mengurangi kapasitas lambung. Setelah dilakukan operasi, asupan kalori dari makanan akan berkurang sehingga tercapai penurunan berat badan. Berkurangnya asupan kalori ini menyebabkan berkurangnya lemak yang menumpuk di organ dalam seperti hati dan pankreas. Hilangnya tumpukan lemak itu meningkatkan sensitivitas hormon insulin yang berperan dalam menjaga kadar gula darah. Meskipun begitu, operasi bariatrik ini hanya direkomendasikan untuk penderita diabetes dengan BMI lebih dari 40. Beberapa penderita diabetes yang memiliki BMI >30 dengan beberapa kondisi tertentu juga bisa dipertimbangkan untuk menjalani operasi bariatrik.(3)

Kembali berfungsi mekanisme pengontrolan gula darah tubuh setelah pengurangan lemak ini sesuai dengan mekanisme dasar terjadinya diabetes mellitus tipe 2. Tumpukan lemak yang ada di hati, otot, dan pankreas tersebut menyebabkan gangguan fungsi insulin dan menghambat produksi insulin. Kedua gangguan tersebut ternyata dapat diperbaiki kembali dengan menurunkan berat badan.

Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap penumpukan lemak di organ dalam seperti hati dan pankreas. Diabetes akan muncul saat seseorang memiliki lemak melebihi batas yang bisa dia toleransi. Dengan kata lain, jika seseorang berhasil menurunkan berat badan dan mencapai kadar lemak dibawah toleransinya, dia juga akan terbebas dari diabetes.

Olahraga dan Diet Sehat Untuk Menyembuhkan Diabetes

bagaimana cara menyembuhan diabetes dengan diet dan olahraga
Operasi bariatrik, meskipun memberikan sebuah harapan besar untuk kesembuhan diabetes, terdengar menakutkan bagi sebagian orang dan juga tidak bisa diaplikasikan ke semua penderita diabetes. Sebuah Randomized Controlled Trial Study yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association (JAMA) telah menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih sederhana dan menarik dibandingkan operasi juga dapat menyembuhkan diabetes.(4) Monika Safford, M.D., professor dari UAB Division of Preventive Medicine mengemukakan bahwa penurunan berat badan dengan diet dan olahraga merupakan cara untuk menyembuhkan diabetes yang akan menjadi pilihan yang lebih menarik bagi banyak orang.

Hingga saat ini, penelitian yang mengambil data dari Look AHEAD (Action for Health for Diabetes) trial ini merupakan RCT terbesar yang meneliti program intervensi gaya hidup intensif untuk penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini melibatkan 5154 penderita diabetes usia 45 hingga 76 tahun yang memiliki kelebihan berat badan. Partisipan tersebut dibagi secara acak ke dalam dua kelompok yaitu kelompok yang menjalani program intensif dan kelompok yang menjalani program standar. Program intensif ini secara garis besar bertujuan untuk mengurangi asupan kalori antara 500-1000 kal/hari dari kebutuhan kalori totalnya, mengurangi konsumsi lemak, dan meningkatkan tingkat aktivitas fisik hingga 175 menit/minggu. Untuk membantu mencapai target pengurangan kalori, kelompok intensif diberikan meal replacement. Selain itu, kelompok intensif juga mendapatkan konseling setiap minggu hingga 6 bulan pertama kemudian 3 kali perbulan hingga 1 tahun pertama dan 2 kali sebulan pada tahun kedua hingga keempat. Kelompok standar mendapatkan konseling 3 sesi dalam setiap tahun.

Setelah 1 tahun, 11,5% kelompok intensif sembuh dari diabetes. Hanya 2 % dari kelompok standar yang sembuh dari diabetes. Setelah 4 tahun, lebih dari 60% kelompok intensif yang sembuh di tahun pertama tersebut masih terbebas dari diabetes. Peneliti juga menemukan bahwa kemungkinan sembuh dari diabetes akan lebih tinggi jika baru mengalami diabetes kurang dari 2 tahun, berhasil menurunkan berat badan lebih dari 6,5% dari berat awal, kadar HBA1c yang rendah pada saat memulai program, dan tingkat fitness yang lebih tinggi. Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup ini akan sangat bermanfaat jika dilakukan sedini mungkin. Bahkan, modifikasi gaya hidup bisa mencegah terjadinya diabetes hingga hampir 60% jika dilakukan sejak fase prediabetes.(5)

Untuk meningkatkan keberhasilan “penyembuhan” dan pencegahan diabetes, dibutuhkan program deteksi dini dan program pendampingan modifikasi gaya hidup secara intensif. Harapan untuk dimulainya program deteksi dini diabetes dan program edukasi diabetes di Indonesia sudah mulai terlihat. Melalui program prolanis, BPJS sudah berupaya memberikan pelayanan deteksi dini dan edukasi mengenai diabetes. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan dalam program prolanis ini. Jika dilihat dari formulir skrining diabetes prolanis, program ini ditujukan untuk deteksi dini penderita diabetes yang sudah mengalami gejala. Sayangnya, gejala pada penderita diabetes seperti banyak buang air kecil dan banyak makan namun terjadi penurunan berat badan itu muncul setelah penderita mengalami gejala lebih dari 5 tahun. Program deteksi dini ini akan lebih baik jika dilakukan lebih dini yaitu ditujukan untuk penderita yang belum mengalami gejala sehingga bisa mendeteksi penderita diabetes sedini mungkin bahkan sejak fase prediabetes. Selain masalah program deteksi dini, riset juga menyebutkan bahwa program edukasi prolanis belum berjalan dengan baik.(6) Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada harapan bagi penderita diabetes di Indonesia untuk sembuh. Beberapa komunitas yang disponsori perusahaan komersial sudah mulai merintis program pendampingan modifikasi gaya hidup secara intensif. Bahkan, komunitas ini juga sudah menggunakan alat pemeriksaan distribusi lemak untuk memantau para anggotanya.

Diabetes bukan lagi sebuah mimpi buruk. Diabetes bisa dikontrol bahkan bisa disembuhkan. Segera ubah pola hidup, lakukan diet yang sehat dan hidup aktif dengan olahraga untuk membuang tumpukan lemak yang ada di dalam tubuh. Tidak perlu takut dan tidak perlu menunggu gejala untuk melakukan pemeriksaan dini secara berkala karena semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi kemungkinan untuk lebih terkontrol bahkan sembuh. Bagikan informasi mengenai cara menyembuhkan diabetes ini kepada orang-orang terdekat dan kesayangan Anda. Harapan akan kesembuhan diabetes akan lebih memotivasi mereka untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat.(7)

1. R T. Reversing Type 2 Diabetes 2011 [cited 2016 14 April 2016]. Available from: www.ncl.ac.uk/magres/research/diabetes/reversal.htm.
2. Pories WJ, MacDonald KG, Jr., Morgan EJ, Sinha MK, Dohm GL, Swanson MS, et al. Surgical treatment of obesity and its effect on diabetes: 10-y follow-up. The American journal of clinical nutrition. 1992;55(2 Suppl):582S-5S.
3. Dixon JB, Zimmet P, Alberti KG, Rubino F, International Diabetes Federation Taskforce on E, Prevention. Bariatric surgery: an IDF statement for obese Type 2 diabetes. Diabetic medicine : a journal of the British Diabetic Association. 2011;28(6):628-42.
4. Gregg EW, Chen H, Wagenknecht LE, Clark JM, Delahanty LM, Bantle J, et al. Association of an intensive lifestyle intervention with remission of type 2 diabetes. Jama. 2012;308(23):2489-96.
5. Knowler WC, Barrett-Connor E, Fowler SE, Hamman RF, Lachin JM, Walker EA, et al. Reduction in the incidence of type 2 diabetes with lifestyle intervention or metformin. The New England journal of medicine. 2002;346(6):393-403.
6. Sari AN, Istiono W. EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DALAM PENANGANAN DIABETES MELITUS TIPE 2 OLEH DOKTER KELUARGA DI KECAMATAN TURI, KABUPATEN SLEMAN. 2014.
7. Steven S, Lim EL, Taylor R. Population response to information on reversibility of Type 2 diabetes. Diabetic medicine : a journal of the British Diabetic Association. 2013;30(4):e135-8.

Skip to toolbar