Olahraga Setelah Serangan Jantung Menyebabkan Kematian?

olahraga setelah serangan jantung menyebabkan kematian mendadak
Olahraga sering kali dianggap terlambat dan berbahaya bagi seseorang setelah mengalami serangan jantung. Kejadian saat mengalami serangan jantung acap kali menimbulkan trauma dan rasa takut untuk melakukan aktivitas berat seperti olahraga. Bahkan, banyak pemberitaan mengenai beberap public figure yang meninggal mendadak setelah olahraga karena serangan jantung. Apakah olahraga berbahaya bagi orang yang pernah mengalami serangan jantung dan menyebabkan kematian?

Anggapan yang banyak beredar di masyarakat tersebut telah dibantah sepenuhnya oleh para pakar kesehatan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa seseorang yang memulai olahraga setelah mengalami serangan jantung masih mendapatkan manfaat yang besar. Orang tersebut mengalami penurunan risiko terjadinya kejadian serangan jantung berulang hingga 29%. Bahkan, perbaikan penyempitan pembuluh koroner juga terjadi pada 30% individu yang menjalani program olahraga teratur setelah mengalami serangan jantung.(1)

Bagaimana dengan banyaknya pemberitaan mengenai orang yang meninggal mendadak saat ataupun setelah olahraga? Seseorang bisa saja terkena serangan jantung hingga menyebabkan kematian mendadak saat olahraga. Namun, hal tersebut bukan disebabkan karena olahraga melainkan karena individu tersebut sudah memiliki “bakat” penyakit jantung seperti penebalan otot jantung yang diturunkan secara genetik.(2) Pada orang yang sehat, olahraga rutin dengan intensitas ringan hingga sedang justru menurunkan risiko terjadinya kematian mendadak saat olahraga. (3)

Namun, perlu diperhatikan bahwa program olahraga untuk seseorang yang pernah mengalami serangan jantung berbeda dengan program olahraga untuk individu yang sehat. Olahraga harus disesuaikan dengan kemampuan jantung yang tersisa sehingga harus dilakukan bertahap dengan pemantauan dari ahli kesehatan.

Olahraga berlebihan yang dilakukan oleh seseorang yang pernah mengalami serangan jantung justru meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung berulang hingga empat kali lipat. Jika olahraga dilakukan dengan intensitas yang paling ringan, risiko kematian justru berkurang 1/5nya. Bahkan, jika seseorang yang pernah mengalami serangan jantung tersebut menjalani program olahraga dengan intensitas yang tepat, dapat menurunkan risiko kematian sebesar 60%.(4) Oleh karena itu, seseorang yang pernah mengalami serangan jantung sebaiknya tetap rutin berolahraga sesuai program yang diberikan oleh tenaga medis untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan menghindari akibat buruk dari olahraga yang berlebihan.

Tips Berolahraga Setelah Serangan Jantung

1. Tanam Motivasi Untuk Memulai Berolahraga
Serangan jantung tentu membuat trauma dan dapat menurunkan motivasi Anda untuk kembali beraktivitas. Motivasi yang kuat merupakan awal yang penting agar Anda dapat konsisten berolahraga rutin.

2. Mulai Perlahan dengan Intensitas Ringan
Setiap aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari bisa menjadi olahraga ringan sederhana. Anda bisa memperbanyak jalan kaki dibandingkan biasanya, memilih naik tangga dibandingkan menggunakan lift bahkan memperbanyak selingan berdiri dibandingkan duduk terlalu lama. Hal-hal sederhana tersebut dapat melatih kembali fungsi jantung Anda. Pada tahap awal, utamakan olahraga aerobik ringan seperti jalan kaki karena latihan aerobik dapat meningkatkan kemampuan jantung dan paru. Anda tidak perlu berlatih terlalu berat. Berat ringannya suatu latihan, dapat Anda amati dari perubahan denyut nadi Anda. Hitung denyut nadi Anda saat istirahat serta saat melakukan olahraga. Pada tahap awal, lakukan olahraga aerobik ringan atau perbanyak aktivitas sehari-hari yang meningkatkan denyut nadi tidak lebih dari 20 denyut/menit lebih tinggi dari denyut nadi saat istirahat.(5) Selain dengan mengukur denyut nadi, Anda juga bisa memperkirakan berat ringannya suatu latihan dengan cara lainnya yang mudah.(6) Jika Anda masih bisa bernyanyi, hal tersebut berarti Anda sudah melakukan olahraga dengan intensitas yang tidak berlebihan. Jika Anda tidak lagi bisa bernyanyi, hal itu berarti Anda melakukan olahraga yang telalu berat.

3. Lakukan Rutin
Untuk mendapatkan manfaat dari olahraga, lakukanlah olahraga ringan yang bisa rutin Anda jalani. Berjalan kaki merupakan olahraga ringan terbaik yang dapat Anda lakukan secara rutin.

4. Jalani Pemeriksaan Sebelum Mengikuti Program Olahraga
Sebelum menjalani program olahraga tertentu, jalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan dan fungsi jantung Anda terkait dengan tingkat olahraga yang akan Anda jalani

5. Konsultasikan program olahraga Anda dengan dokter
Untuk mendapatkan manfaat yang optimal untuk pemulihan fungsi jantung, konsultasikan program olahraga dengan dokter Anda agar bisa mendapatkan program yang optimal sesuai kemampuan tubuh Anda serta pemantauan yang tepat. Dokter akan berdiskusi dengan Anda mengenai sasaran, tujuan, dan lama program yang akan dijalani.

Selain bermanfaat untuk pemulihan fungsi jantung, kegiatan olahraga juga dapat membentuk kelompok bagi sesama yang pernah mengalami serangan jantung untuk saling mendukung dan tidak menyerah dengan penyakit jantung.(7) Hal ini tentu akan meningkatkan motivasi dan semangat bagi seseorang yang pernah mengalami serangan jantung.

1. Thompson PD, Buchner D, Pina IL, Balady GJ, Williams MA, Marcus BH, et al. Exercise and physical activity in the prevention and treatment of atherosclerotic cardiovascular disease: a statement from the Council on Clinical Cardiology (Subcommittee on Exercise, Rehabilitation, and Prevention) and the Council on Nutrition, Physical Activity, and Metabolism (Subcommittee on Physical Activity). Circulation. 2003;107(24):3109-16.
2. Maron BJ, Epstein SE, Roberts WC. Causes of sudden death in competitive athletes. Journal of the American College of Cardiology. 1986;7(1):204-14.
3. Siscovick DS, Weiss NS, Fletcher RH, Lasky T. The incidence of primary cardiac arrest during vigorous exercise. The New England journal of medicine. 1984;311(14):874-7.
4. Williams PT, Thompson PD. Increased cardiovascular disease mortality associated with excessive exercise in heart attack survivors. Mayo Clinic proceedings. 2014;89(9):1187-94.
5. Medicine ACoS. Exercise Prescription for Patients with Cardiovascular Disease. ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescriotion. 8th Ed. Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins; 2010. p. 211-22.
6. Persinger R, Foster C, Gibson M, Fater DC, Porcari JP. Consistency of the talk test for exercise prescription. Med Sci Sports Exerc. 2004;36(9):1632-6.
7. Liwang F, Rozalina AW, RA.
Salim, S. Kiat Olahraga Setelah Serangan Jantung 2015 [updated January 19, 2016; cited 2016 16 April]. Available from: http://kardioipdrscm.com/7321/artikel/kiat-olahraga-setelah-serangan-jantung/.

Skip to toolbar